Puskesmas Bandarkedungmulyo adalah Pelaksana Pelayanan Kesehatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang. Puskesmas Bandarkedungmulyo merupakan puskesmas rawat inap. Secara geografis posisi Puskesmas Bandarkedungmulyo terletak pada 4’35’50.91 Lintang Selatan dan 112’6’59.19 Bujur Timur.Puskesmas Bandarkedungmulyo termasuk dalam kecamatan Bandarkedungmulyo dengan luas wilayah kerja 3.119.5 Km2 yang meliputi 11 desa, 31 dusun.

Puskesmas Bandarkedungmulyo merupakan fasilitas kesehatan tingkat pertama yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat (UKM) dan upaya kesehatan perorangan (UKP) dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif di wilayah kerja Puskesmas Bandarkedungmulyo

Visi Puskesmas

Puskesmas Bandarkedungmulyo Mengikuti Visi Kabupaten Jombang  

“ Mewujudkan Jombang Yang  Berkarakter Dan Berdaya Saing 

Masyarakat yang berkarakter adalah masyarakat yang bersih, religius dan berbudaya. Sedangkan masyarakat yang berbudaya adalah merupakan masyarakat yang berkualitas dan mempunyai daya saing, melalui pemberian pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan, profesional dan berkualitas baik secara fisik dan rohani. Secara Fisik diartikan bahwa kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi dengan baik, pengurangan angka kemiskinan, peningkatan pendapatan masyarakat, peningkatan kesempatan kerja, kemudahan akses masyarakat terhadap pelayanan pendidikan dan kesehatan. Peningkatan kesejahteraan secara batin diwujudkan dalam penciptaan suasana kehidupan yang religius, aman dan kondusif, serta adanya kebebasan dan kemudahan masyarakat dalam menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya.

Misi Puskesmas

        “ Mewujudkan masyarakat Jombang yang berkualitas, religius dan berbudaya “

Strategi : Untuk melaksanakan misi tersebut Puskesmas Bandarkedungmulyo memiliki strategi, yaitu :

  1. Optimalisasi sumber daya tenaga kesehatan dengan meningkatkan kemampuan, kualitas dan profesionalisme tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan.
  2. Meningkatkan ketersediaan sarana pelayanan kesehatan yang terjangkau oleh masyarakat.
  3. Optimalisasi standar operasional prosedur (SOP) menuju pelayanan bermutu.
  4. Meningkatkan infrastruktur dan manajemen Puskesmas 
  5. Menggerakkan/ meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan kesehatan
  6. Optimalisasi pertemuan lintas sektoral melalui rapat koordinasi tingkat kecamatan sampai desa.